Rasanya berbeda setelah kamu tidak ada. Malam-malamnya, suasananya, apa aja.
Karena hangat yang biasa muncul begitu saja di dalam dada kapanpun kamu menyapa, kini tidak lagi muncul memanjakan mata. Hanya ada bayanganmu di kepalaku yang tidak bisa ku lupakan.
Rasanya tidak lagi sama meski aku pun masih baik-baik saja. Aku masih bisa makan telor ceplok kesukaanku, minum es yang aku suka. Masih bisa berjalan-jalan ke mall, menonton film, dan tertawa bersama teman-temanku yg terkadang terselip pembicaraan tentangmu padahal sering ku ulas dengan percandaan kalau kita telah putus tetapi mereka menganggap itu candaan hehe lucu ya. Intinya masih bisa bersenang-senang. Tapi pasti lebih menyenangkan kalau kamu masih ada.
Karena setiap rasa yang dulu kamu beri, mengendap disini. Bersama setiap "Selamat malam Neng :) Selamat tidur. Tidur nyenyak, mimpi yang indah :* muah" yang tidak pernah absen dari layar hapeku setiap malam. Bersama juga senyummu yang bisa tiba-tiba muncul begitu saja dan mewarnai hari. Dan juga bersama scene terakhir yang ku ingat ketika pada tanggal 28 01 2015 11:30:03 WIB, 5 hari setelah 2 tahun anniv kita kamu memutuskan untuk pergi.
Aku tau itu akan datang. Hanya saja cintaku terlalu membutakan. Aku menyadari itu ketika "Selamat malam Neng :) Selamat tidur. Tidur nyenyak, mimpi yang indah :* muah"-mu mulai tidak ada lagi. Aku menyadari itu ketika kapan pun aku meminta bertemu, kamu selalu menghindari. Aku menyadari itu ketika kapanpun aku menelponmu, kamu malas-malasan menjawabnya dan kemudian dengan cepat menutupnya lagi. Tetapi itu tadi, cintaku yang terlalu membutakan. Sampai hal yang seharusnya kusadari, aku tutupi sendiri.
Sekarang, aku merasakan kehilangan yang seharusnya sejak dulu sudah ku antisipasi. Meratapi alasan-alasan yang ku buat ketika 'pelan-pelan menghindarimu' aku tutupi.
Tetapi mungkin bila nanti, pada akhirnya aku sanggup mengusir rasa yang sebelumnya tidak mau pergi, membunuh rindu ku sampai tidak berani muncul lagi,aku akan kembali. Kembali menemuimu dengan berani dan tersenyum lagi :)
Tapi tidak sekarang. Sekarang rasa itu belum sanggup aku lepaskan. Aku masih sering tiba-tiba teringat kamu ketika terbangun di tengah malam, teringat dulu ketika terbangun di tengah malam aku selalu menangis menelpon mu karena di gigit nyamuk, dan ingat ketika kamu datang ke rumah ketika aku sedang sakit sendirian, kamu membuatkan ku obat agar cepat sembuh.
Aku masih sering membayangkan kalau tiba-tiba hp ku bergetar tanda sms darimu atau telponku berbunyi , darimu, untuk permintaan maaf mu. Atau tiba-tiba kamu muncul ketika aku pulang, memegang tanganku, menyesal, sambil membawa bunga dan mengajakku kembali. (hehe mustahil deh :p)
Jatuh cinta seperti dulu lagi.....
Tetapi seperti biasa, harapan hanya bermakna dua :
1. Yang tepat, memberikan semangat.
2. Yang tidak tepat, malah melukai dengan sangat.
Kamu termasuk harapan yang kedua. Selalu berhasil membuatku terluka.
Mungkin bila nanti.. aku sudah bisa melepaskan semua (karena memang sudah waktunya & Allah berkehendak), aku akan menemuimu sambil tersenyum dan tertawa lebar seperti biasa; seperti saat belum ada 'kita'. Jadi, kalau suatu hari kita bertemu lagi dan aku sudah bercanda serta tertawa seperti biasa. Kemungkinan cuma ada dua :
Kalau waktunya dekat, berarti aku sedang berpura-pura.
Kalau waktunya sudah cukup lama dari sekarang berarti rasa itu memang.....@#!#$%? (Kamu bisa mengisi sendiri titik-titik dari kalimat yg rumpang tsb :D wkwk)
Aku berhasil melepaskannya.
-Dinar Mundi Rahayu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar