Kamu tau, ada hal yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya dan sekarang aku harus melakukannya. Ya, leaving you, meninggalkan mu, melepasmu, atau entah menggunakan bahasa apa lagi yang pada intinya sama; tidak bersama dengan mu, tidak mengingatmu lagi atau apalah bahasa yang tepat untuk itu.
Pada awalnya aku merasa seperti batu. Sulit. Apalagi ketika momen-momen tertentu membuat kita kadang-kadang masih bertemu. Dalam kasus itu, aku bisa mengatakan, melupakanmu adalah hal yang mungkin paling sulit kulakukan dalam hidupku. Oh, kamu bisa bilang aku lebay atau apa saja, tapi ini aku, sedang mengatakan hal yang sebenarnya.
Asal kamu tau, memoriku cukup luar biasa. Bisa menyimpan ribuan gigabyte atau bahkan jutaan kata para ahli tentang otak. Aku tidak tahu kebenarannya. Tapi aku tau memoriku memang benar-benar luar biasa jika menyangkut kamu.
Aku akan menjelaskan dengan sederhana. Kamu ingat baju hitam punyamu itu yang dulu kamu pakai? Itu pertama kali aku bertemu denganmu dirumah. Atau kamu ingat apa makanan yang pertama kali kita makan bersama? Yaitu 'ketoprak'. Yang kedua dan yang lainnya juga aku ingat.
Apalagi. Kesukaanmu? Kebiasaanmu? Aku ingat semuanya tapi nanti saja kalau kamu menanyakannya aku akan menjelaskannya.
Dan memori tentangmu itu, apa kamu tau bagaimana rasanya harus men-deletenya satu per satu dari otak ku? Berat, karena memang kenyataannya tidak bisa. Otak manusia tidak punya tombol delete. Tapi tidak apa. Berangsur nanti, aku pasti bisa tidak terlalu mengingatnya.
Catat ya, 'tidak terlalu mengingatnya' , bukan 'lupa'.
Kalau ada yang bertanya kenapa aku melakukan itu, leaving you, alasannya sederhana.
Ternyata, dengan bertahan disini dan melakukan hal-hal bodoh seperti mengingatmu, memikirkanmu, mencari tau tentangmu, dan segala yang terpusat kepadamu, malah justru membuatku terpuruk. Aku sama sekali tidak bergerak maju. Stuck in you. And that's annoying me. So, I decided to leave you. to let you go.
Lagi pula apa enaknya hidup dimasalalu. Dunia berputar, orang-orang masih terus berjalan, masih ada anak kecil yang tertawa riang, dan lain sebagainya. dan pikiran serta hatiku terjebak denganmu?
Yang benar saja. Aku tidak mau. sudah cukup mengenangmu. Sekarang waktunya aku mencari bahagiaku sendiri. Siapa tau disana, ada seseorang yang sedang menungguku?
Dan mengutip twit "Jika dengan bertahan dengannya tak membuatmu jauh lebih baik, mungkin melepaskannya adalah pilihan terbaik."
Bertahan denganmu, sepertinya tidak membuatku jauh lebih baik, setidaknya dalam hal perasaanku. Tentu saja tidak baik. Kenapa harus memikirkan seseorang yang dipikirannya sama sekali tidak terlintas akan diriku?
Karena itu aku akan melepaskanmu. Sudah, kamu pikirkan kebahagiaanmu saja.
Lagipula untuk apa aku mempertahankan sesuatu yang sudah tidak ku miliki lagi, hatimu.
Mempertahankan adalah kita berjuang agar tetap menjadi milik kita. Kalau hatimu sudah bukan milikku, mau ku perjuangkan bagaimana pun akan tetap tidak menjadi milikku.
Hati memilih, bukan dipilih. Termasuk kamu. Jadi, lihat aku, Leaving you....
Karena sebenarnya, masa lalu tidak pernah bisa menyakitimu.
Kadang, kamu sendiri yang mengundangnya datang untuk menyakitimu.
Entah sengaja, entah tidak. Entah sadar, entah tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar